Surabaya (ranakita.id) – Klinik Asha IVF Jaladri RSPAL dr Ramelan Surabaya memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan fertilitas yang lebih inklusif dengan meluncurkan program bayi tabung berbiaya terjangkau. Inisiatif ini diperkenalkan bertepatan dengan satu tahun operasional klinik, Jumat (6/2/2026).
Program tersebut dirancang untuk memperluas akses pasangan usia subur terhadap teknologi reproduksi berbantu, tanpa mengurangi standar mutu medis. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap kesejahteraan keluarga prajurit TNI Angkatan Laut serta tenaga pendidik yang memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa.
Kepala RSPAL dr Ramelan Surabaya, Laksamana Pertama TNI dr Imam Hidayat SpS FINA, menegaskan bahwa kebijakan biaya terjangkau tidak mengorbankan kualitas layanan. Klinik tetap mengedepankan keselamatan pasien, kompetensi tenaga medis, serta penggunaan teknologi fertilitas yang sesuai standar klinis.
Dalam kebijakan terbaru tersebut, biaya program bayi tabung bagi pasien umum dimulai dari kisaran Rp83 juta. Sementara itu, prajurit TNI AL dan guru memperoleh tarif khusus sekitar Rp62 juta. Klinik juga menyediakan skema pembayaran bertahap dengan bunga nol persen guna membantu pasangan merencanakan pembiayaan tanpa tekanan finansial berlebih.
Selama satu tahun beroperasi, Klinik Asha IVF Jaladri mencatat respons positif dari masyarakat. Lebih dari 500 pasangan telah menjalani konsultasi fertilitas, dengan sekitar 160 pasangan mengikuti program fertilisasi in vitro (IVF). Capaian ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan dan penanganan infertilitas sejak dini.
Direktur Utama Asha IVF Indonesia, dr Amang Surya Priyanto SpOG FMAS, menekankan pentingnya memulai program kehamilan pada usia reproduksi yang optimal. Ia menjelaskan bahwa kualitas cadangan sel telur perempuan cenderung menurun signifikan setelah usia 35 tahun, sehingga intervensi medis yang lebih awal dapat meningkatkan peluang keberhasilan.
Keberhasilan program ini turut tercermin dari pengalaman sejumlah pasien. Salah satunya pasangan dosen asal Pringsewu, Lampung, Ari Rohmawati (39) dan Rudi Hermanto (39), yang kini memasuki usia kehamilan enam bulan setelah mengikuti program IVF di klinik tersebut. Pasangan ini sebelumnya menunda program kehamilan selama beberapa tahun karena faktor pendidikan dan perencanaan keluarga.
Klinik Asha IVF Jaladri merupakan hasil kolaborasi antara RSPAL dr Ramelan Surabaya dan jaringan Asha IVF Indonesia. Fasilitas ini didukung laboratorium embriologi modern serta tim dokter spesialis obstetri dan ginekologi berpengalaman. Layanan yang tersedia meliputi konsultasi infertilitas, inseminasi buatan, hingga teknologi bayi tabung lanjutan.
Pihak klinik mengimbau pasangan yang telah menikah lebih dari satu tahun namun belum memperoleh kehamilan untuk segera melakukan pemeriksaan fertilitas secara bersama. Deteksi dan penanganan dini dinilai krusial dalam meningkatkan peluang keberhasilan kehamilan, khususnya pada usia reproduksi yang sehat.

