Los Angeles (ranakita.id) – Film romantis Wuthering Heights versi terbaru resmi diperkenalkan ke publik setelah menggelar penayangan perdana dunia di TCL Chinese Theatre, Los Angeles, pada 28 Januari 2026. Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Amerika Serikat dan Inggris pada 13 Februari 2026, bertepatan dengan momentum menjelang Hari Valentine.
Disutradarai sekaligus ditulis oleh Emerald Fennell, film ini terinspirasi secara longgar dari novel klasik Wuthering Heights karya Emily Brontë yang pertama kali terbit pada 1847. Adaptasi ini menghadirkan pendekatan dramatik modern dengan tetap mempertahankan konflik emosional inti antara Catherine Earnshaw dan Heathcliff.
Peran utama dipercayakan kepada Margot Robbie sebagai Catherine “Cathy” Earnshaw dan Jacob Elordi sebagai Heathcliff. Keduanya didukung deretan pemeran pendukung, antara lain Hong Chau, Shazad Latif, Alison Oliver, Martin Clunes, dan Ewan Mitchell. Versi karakter masa muda turut diperankan oleh aktor pendatang baru, termasuk Charlotte Mellington dan Owen Cooper.
Proyek ini pertama kali diumumkan pada Juli 2024, ketika Emerald Fennell menyatakan ketertarikannya mengadaptasi novel Emily Brontë dengan sudut pandang yang lebih personal. Margot Robbie tidak hanya tampil sebagai pemeran utama, tetapi juga berperan sebagai produser melalui rumah produksinya, LuckyChap Entertainment, yang sebelumnya bekerja sama dengan Fennell dalam film Promising Young Woman dan Saltburn.
Proses distribusi film sempat menjadi sorotan industri setelah terjadi persaingan ketat antarstudio. Netflix dilaporkan mengajukan penawaran tinggi untuk hak distribusi global. Namun, Warner Bros. Pictures akhirnya memenangkan proyek ini dengan nilai lebih rendah, seiring komitmen untuk merilis film secara teatrikal dan mendukung kampanye pemasaran berskala besar. Film ini juga dijadwalkan tayang dalam format IMAX.
Pemilihan Jacob Elordi sebagai Heathcliff memicu perbincangan sejak awal produksi. Karakter Heathcliff dalam novel digambarkan memiliki latar rasial ambigu, sehingga keputusan tersebut menuai kritik dari sebagian penggemar sastra klasik. Emerald Fennell kemudian menyatakan bahwa interpretasinya didasarkan pada kebebasan artistik dan referensi visual yang ia miliki saat pertama kali membaca novel tersebut.
Syuting film melibatkan sejumlah aktor baru yang melakukan debut layar lebar, sekaligus memperkuat nuansa lintas generasi dalam penceritaan. Emerald Fennell juga dikenal dengan gaya penyutradaraan yang berani dan atmosfer gelap emosional, yang diperkirakan akan memberikan warna baru pada kisah klasik ini.
Dengan kombinasi cerita legendaris, sutradara visioner, serta jajaran aktor papan atas, “Wuthering Heights” versi 2026 diproyeksikan menjadi salah satu film romantis paling banyak dibicarakan tahun ini. Kehadirannya menjelang Hari Valentine dinilai strategis untuk menarik penonton global, khususnya generasi muda yang belum akrab dengan karya sastra aslinya. ***

