Close Menu
ranakita.idranakita.id
  • Beranda
  • Berita
  • Olahraga
  • Gaya
  • Opini
  • Budaya
  • Indeks
What's Hot

Tragedi Bunuh Diri Anak di NTT, Guru Besar UNAIR Tekankan Pentingnya Kesehatan Mental Sejak Dini

7 Februari 2026

5 Tips Mendasar Jaga Kesehatan Tubuh agar Terhindar dari Penyakit

7 Februari 2026

Real Madrid Kembali Bidik Ibrahima Konaté untuk Perkuat Lini Belakang Musim Panas Ini

7 Februari 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn
ranakita.idranakita.id
  • Beranda
  • Berita
  • Olahraga
  • Gaya
  • Opini
  • Budaya
  • Indeks
Instagram YouTube TikTok
ranakita.idranakita.id
Home»Gaya»Kesehatan»Anak Tampak Sehat tapi Sering Sakit? Awas Hidden Hunger, Ancaman Gizi yang Tak Kasat Mata

Anak Tampak Sehat tapi Sering Sakit? Awas Hidden Hunger, Ancaman Gizi yang Tak Kasat Mata

Gabriel W. Titiyoga25 Januari 2026
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp
Ilustrasi anak-anak
Ilustrasi anak-anak (foto: Dok Primaya Hospital)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (ranakita.id) – Di tengah capaian penurunan angka stunting, Indonesia justru menghadapi beban gizi baru yang lebih tersembunyi dan tak kalah mengkhawatirkan. Dokter memperingatkan maraknya kasus hidden hunger atau kelaparan terselubung pada anak, di mana mereka tampak sehat, aktif, namun ternyata mengalami defisiensi mikronutrien penting.

dr. Monique Carolina Widjaja, M.Gizi, Sp.GK, Dokter Gizi Klinik dari Primaya Hospital Tangerang, menjelaskan bahwa saat ini Indonesia sedang berhadapan dengan triple burden of malnutrition. Selain stunting dan obesitas, defisiensi mikronutrien seperti zat besi, zinc, dan vitamin D kini banyak ditemui, sering kali luput dari perhatian orang tua.

Fokus Rasa Kenyang vs. Kualitas Gizi

Menurut dr. Monique, akar masalahnya sering terletak pada pola pikir yang keliru. Banyak orang tua berfokus pada membuat anak kenyang, bukan pada memastikan asupan gizi yang berkualitas dan seimbang. Akibatnya, piring anak didominasi karbohidrat, namun minim protein hewani dan mikronutrien esensial.

Faktor pendorong utama lainnya adalah masifnya konsumsi ultra processed food (UPF) seperti nugget, sosis, sereal sangat manis, dan aneka camilan kemasan. Makanan ini, meski lezat dan praktis, memiliki nilai gizi yang rendah. Dalam jangka panjang, konsumsi UPF berlebihan dapat merusak sistem rasa kenyang alami tubuh anak, memicu obesitas, dan meningkatkan risiko penyakit metabolik sejak dini.

Tanda-Tanda Halus yang Sering Diabaikan

Hidden hunger disebut demikian karena gejalanya tidak selalu tampak jelas seperti anak kurus kering. dr. Monique mengungkap sejumlah tanda halus yang patut diwaspadai:

  • Anak mudah lelah, lesu, dan sulit berkonsentrasi.
  • Mengalami sariawan berulang atau gusi yang mudah berdarah.
  • Memiliki rambut yang kusam, mudah rontok, serta kuku yang rapuh.
  • Sering sakit atau mengalami infeksi berulang, menandakan daya tahan tubuh yang lemah.

“Anak bisa terlihat lincah dan sehat secara fisik, tetapi secara biologis, tubuhnya mengalami kekurangan zat gizi mikro yang vital. Gejala-gejala ini kerap dianggap hal sepele atau fase normal tumbuh kembang, padahal bisa jadi alarm awal masalah malnutrisi,” tegasnya.

Skrining Gizi: Investasi Kesehatan Jangka Panjang

Oleh karena itu, dr. Monique menekankan bahwa skrining gizi rutin harus menjadi bagian dari pemantauan kesehatan anak, setara pentingnya dengan imunisasi. Skrining ini bertujuan untuk mendeteksi hidden hunger sedini mungkin, memantau tren pertumbuhan secara komprehensif, dan mencegah komplikasi jangka panjang seperti stunting terselubung atau penyakit degeneratif.

  • Skrining gizi yang ideal tidak hanya sekadar menimbang dan mengukur tinggi badan. Prosesnya mencakup:
  • Pengukuran antropometri lengkap (berat, tinggi, lingkar kepala, lingkar lengan).
  • Pemeriksaan fisik menyeluruh terhadap kondisi kulit, rambut, mata, dan rongga mulut.
  • Evaluasi mendalam tentang pola dan kebiasaan makan harian anak.
  • Pemeriksaan penunjang seperti darah lengkap dan pemeriksaan status mikronutrien jika diperlukan.

Dengan edukasi yang tepat dan deteksi dini, masalah gizi pada anak sepenuhnya dapat dicegah. dr. Monique mengingatkan bahwa nutrisi di masa anak-anak adalah fondasi yang menentukan kualitas kesehatan, kecerdasan, dan daya saing mereka di masa depan.

“Apa yang ada di piring anak hari ini adalah investasi untuk masa depannya. Jangan sampai kita menunda atau menyepelekan pemenuhan gizinya hanya karena ia terlihat sehat,” pungkas dr. Monique. ***

kesehatan anak Primaya Hospital
Previous ArticleSurabaya Luncurkan Gerakan ‘Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana’, Gandeng Kampus Swasta Tutup Biaya Kuliah
Next Article Mantap! JPE Hancurkan Polwan 3-0 di Proliga 2026, Ini Kunci Kemenangan Menurut Pelatih dan Kapten

Berita Lainnya

5 Tips Mendasar Jaga Kesehatan Tubuh agar Terhindar dari Penyakit

7 Februari 2026
Don't Miss
Berita

Tragedi Bunuh Diri Anak di NTT, Guru Besar UNAIR Tekankan Pentingnya Kesehatan Mental Sejak Dini

Gabriel W. Titiyoga7 Februari 20260

Kasus bunuh diri anak di NTT menjadi alarm serius. Guru Besar Sosiologi UNAIR menyoroti pentingnya perhatian dan dukungan kesehatan mental anak.

5 Tips Mendasar Jaga Kesehatan Tubuh agar Terhindar dari Penyakit

7 Februari 2026

Real Madrid Kembali Bidik Ibrahima Konaté untuk Perkuat Lini Belakang Musim Panas Ini

7 Februari 2026

Wuthering Heights (2026) Versi Emerald Fennell Bakal Tayang 11 Februari, Margot Robbie dan Jacob Elordi Jadi Sorotan

7 Februari 2026

Klinik Asha IVF Jaladri RSPAL Surabaya Luncurkan Program Bayi Tabung Terjangkau

7 Februari 2026

BULOG Gelar Panen Raya di Maros, Percepat Serapan Gabah Demi Target 4 Juta Ton Beras 2026

7 Februari 2026

Return to Silent Hill Siap Guncang Bioskop Indonesia, Hadirkan Horor Psikologis yang Dalam

25 Januari 2026

Mantap! JPE Hancurkan Polwan 3-0 di Proliga 2026, Ini Kunci Kemenangan Menurut Pelatih dan Kapten

25 Januari 2026
Tentang Kami
Tentang Kami

RANAKITA adalah media massa digital terintegrasi yang memberikan informasi dan data yang bisa dipercaya untuk publik. Ranakita hadir membawa makna bagi masyarakat di tengah arus informasi digital yang begitu cepat dan masif.

Instagram YouTube TikTok
Terbaru

Tragedi Bunuh Diri Anak di NTT, Guru Besar UNAIR Tekankan Pentingnya Kesehatan Mental Sejak Dini

7 Februari 2026

5 Tips Mendasar Jaga Kesehatan Tubuh agar Terhindar dari Penyakit

7 Februari 2026

Real Madrid Kembali Bidik Ibrahima Konaté untuk Perkuat Lini Belakang Musim Panas Ini

7 Februari 2026
Terpopuler

Klinik Asha IVF Jaladri RSPAL Surabaya Luncurkan Program Bayi Tabung Terjangkau

7 Februari 20260

Wuthering Heights (2026) Versi Emerald Fennell Bakal Tayang 11 Februari, Margot Robbie dan Jacob Elordi Jadi Sorotan

7 Februari 20260

Real Madrid Kembali Bidik Ibrahima Konaté untuk Perkuat Lini Belakang Musim Panas Ini

7 Februari 20260
  • Tentang
  • Kebijakan Privasi
  • Layanan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
  • Disclaimer
  • Kontak
© 2026 RanaKita.ID

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.